Rabu, 01 Agustus 2012

Makalah Perencanaan Karier


PEMBAHASAN
1. Latar Belakang
Salah satu kunci sukses dalam berkarier adalah perencanaan yang matang. Perencanaan tidak hanya dibuat sekali, tetapi harus dilakukan berulang. Seperti halnya pemeriksaan kesehatan, karier pun butuh dicek secara berkala. Apalagi jika pekerjaan yang Anda jalani tidak sesuai ekspektasi dan tidak sesuai dengan bakat dan minat. Segera berpikir untuk menata ulang karier. Tidak ada kata terlambat untuk melakukannya. Perencanaan karier bukanlah suatu proses yang sulit ataupun menjadi beban. Bahkan sebaliknya, hendaknya ini dilihat sebagai proses yang memberikan makna kepada perjalanan karier anda. Proses ini akan membantu anda mencapai tujuan karier.
Salah satu dorongan orang bekerja pada suatu organisasi, termasuk perusahaan adalah karena disana kesempatan untuk maju. Sudah menjadi sifat dasar dari manusia pada umumnya untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang di punyai saat ini, karena itulah mereka menginginkan suatu kemajuan dalam hidupnya.
Kesempatan untuk maju yang termasuk dalam program pengembangan dapat diwujudkan jika mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan. Program pendidikan dan pelatihan yang mana diikuti perlu direncanakan dengan baik, agar pada gilirannya mereka mempunyai kesempatan untk dipromosikan dipindahkan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
 Berikut akan diberikan pemahaman tentang pengertian perencanaan dan pengembangan karier, manfaat pengembangan karier bagi karyawan maupun perusahaan, penempatan tenaga kerja, dan menggambarkan factor-faktor apa saja yang mempengaruhi perencanaan karier, selain itu juga akan dibahas mengenai jalur karier yang diawali dengan penjelasan tentang karier dan tahap-tahapnya.


2. Definisi Perencanaan Karier
Perencanaan karier dapat didefinikan sebagai suatu proses yang digunakan seseorang untuk memilih tujuan karier dan lajur karier untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sebagai suatu proses yang bertujuan untuk menyesuaikan tujuan karier dan kemampuan individu dengan kesempatan untuk mengisinya secara sistematis.
Karier menurut Handoko (1993), merupakan semua pekerjaan atau jabatan seseorang yang telah maupun yang sedang dilakoninya. Pekerjaan-pekerjaan ini dapat saja merupakan realisasi dan rencana-rencana hidup seseorang atau mungkin merupakan sekedar nasib.

3. Pengertian Perencanan Karier
Perencanaan karier terdiri dari dua suku kata yaitu, perencanaan dan karier perencanaan dapat didefinisikan sebagai proses penentuan rencana atau kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang. Sedangkan karier adalah semua pekerjaan yang dilakukan seseorang selama masa kerjanya yang memberikan kelangsungan, keteraturan, dan nilai bagi kelangsungan hidup seseorang.
Seperti yang sudah disinggung di muka, perencanaan karier dilakukan baik oleh pegawai maupun oleh organisasi. Karena itu, kita mengenal dua macam perencanaan karier, yaitu:
A.    Perencanaan karier (di tingkat) organisasi (organization career planning).
B.     Perencanaan karier individual pegawai (individual career planning).
A.    Perencanaan Karier di Tingkat Organisasi.
Perencanaan karier di tingkat organisasi dilakukan dengan tujuan untuk mengadakan atau mengidentifikasi hal-hal berikut:
a.       Profil kebutuhan pegawai.
b.      Deskripsi jabatan/pekerjaan.
c.       Peta jalur karier.
d.      Mekanisme penilaian kinerja pegawai.


B.     Perencanaan karier individual pegawai
Bagi pegawai, perencanaan karir ditingkat organisasi tidak akan dianggap penting bila ada sangkut pautnya dengan karir sipegawai tersebut. Karena itu, perencanaan karier di tingkat organisasi harus bisa “diterjemahkan” menjadi perencanaan karier di tingkat individu pegawai.
Secara umum tahap perencanaan karier terdapat 5 tahapan  yaitu pertumbuhan, penjajakan, pemantapan, pemeliharaan dan kemunduran. Pengelompokan itu didasarkan pada usia.Dalam tahap pertumbuhan dialami oleh mereka yang berusia dibawah 15 tahun. Tahap ini di akhiri dengan adanya konsep tentang minat dan kemampuan dan mulai berfikir tentang alternative keahlian.
Dalam usia 15 sampai 24 tahun, seseorang berada dalam tahap penjajakan. Dalam usia ini, mereka mulai menggali beberapa keahlian secara serius dan mulai mencoba untuk bekerja.
Pada usia 24 sampai 44 tahun, seseorang berada dalam tahap pemantapan. Mereka secara terus menerus melakukan pengujian terhadap kemampuan yang dimilikinya dan mencoba untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Dari usia 45 hingga 65, seseorang sudah berada dalam tahap pemeliharaan yang artinya ia tidak lagi berusaha untuk mencari pekerjaan yang baru, melainkan akan mempertahankan pekerjaan yang sekarang.

4.  Langkah-Langkah Perencanaan Karier
Proses yang ditempuh untuk menyusun perencanaan karier terdiri atas hal-hal berikut ini :
A.    Menilai Diri Sendiri
Hal utama dalam memulai perencanaan karier adalah bertanya atau memahami diri sendiri. Misalnya, orang seperti apakah saya? Keterampilan apa yang saya miliki? Apakah saya menyukainya? Apa yang menjadi kekuatan atau kelebihan dan kelemahan atau kekurangan saya?
Mengenali kesempatan-kesempatan, keterampilan, bakat, dan nilai berhubungan pada kesempatan karier. Kesempatan dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh pertumbuhan atau kepadatan dari bisnis, kebijakan organisasi tentang pengembangan dan proosi karyawan dari dalam dan kebijakan dari internal kantor.
B.     Menetepkan Tujuan Karier
Setelah seseorang dapat menilai kekuatan, kelemahan, bakat, dan setelah mendapat pengetahuan tentang arah dari kesempatan kerja, maka tujuan kerier dapat dibentuk.
C.     Menyiapkan Rencana-Rencana
Rencana tersebut mungkin dibuat dari berbagai macam desain kegiatan untuk mencapai tujuan karier.
D.    Melaksanakan Rencana-Rencana.
Untuk mengimplementasikan satu rencana kebanyakan diperlukan iklim organisasi yang mendukung. Artinya bahwa manajemen tingkat atas harus mengajak semua tingkatan madi menajemen untuk membantu bawahan mereka dalam meningkatkan karier mereka.

5. Manfaat Perencanaan Karier
 Berbagai manfaat diperoleh bila perusahaan terlibat dalam perencanaan karir. Dengan  adanya perencanaan karier ,maka perusahaan dapat:
1.         Menurunkan tingkat perputaran karyawan(turnover), di mana perhatian terhadap karier individual dalam perencanaan karier yang telah ditetapkan akan dapat meningkatkan loyalitas pada perusahaan dimana mreka bekerja, sehingga akan memungkinkan menurunkan tingkat perputaran karyawan
2.         Mendorong  pertumbuhan, dimana perencanaan karier yang baik akan dapat mendorong semangat kerja karyawan untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian motivasi karyawan dapat terpelihara,
3.         Memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi akan sumber daya manusia di masa yang akan datang.
4.         Memberikan informasi kepada organisasi dan individu yang lebih baik mengenai  jalur potensial karier didalam suatu organisasi.
5.         Mengembangkan pegawai yang dapat di promosikan, perencanaan karier membantu penawaran internal atas talenta yang dapat dipromosikan untuk mempertemukan dengan lowongan yang disebabkan oleh masa pension, berhenti bekerja dan pengembangan.
6.         Menyediakan fasilitas bagi penempatan internasional, organisasi global menggunakan perencanaan karier untuk membantu mengidentifikasi dan mempersiapkan penempatan di luar negri.
7.         Membantu menciptakan keanekaragaman angkatan kerja, ketika mereka diberikan bantuan bantuan perencanaan karier, pekerja dengan latar belakang berbeda dapat belajar tentang harapan-harapan organisasi untuk pertumbuhan sendiri dan pengembangan.
8.         Membuka jalan bagi karyawan yang potensial, perencanaan karier memberikan keberanian kepada karyawan untuk melangkah maju kemampuan potensial mereka karena mempunyai tujuan karier yang spesifik, tidak hanya mempersiapkan pekerja untuk lowongan dimasa depan, hal ini dapat memberikan performasi yang lebih baik untuk pekerjaannya sekarang.
9.         Mengurangi kelebihan, perencanaan karier menyebabkan karyawan, manajer, dan departemen sumber daya mausia menjadi berhati-hati atas kualifikasi karyawan,mencegah manaer yang mau menang sendiri dari pembatasan subordinat kunci, Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui,  perencanaan karier dapat membantu anggota kelompok agar siap untuk jabatan-jabatan penting, persiapan ini akan membantu pencapaian rencana kegiatan yang telah disetujui.
Menurut Siagian diantara sekian banyak manfaat yang dipetik organisasi, lima manfaat yang sering mendapat sorotan utama yaitu :
1.         Pengembangan karier memberikan petunjuk tentang siapa di antara para pekerja yang wajar dan pantas untuk dipromosikan di masa depan dan dengan demikian suplai internal melalui karyawan dari dalam perusahaan dapat lebih terjamin. Berarti organisasi tidak selalu harus mencari tenaga kerja dari luar organisasi untuk mengisi lowongan yang terjadi karena berbagai hal seperti adanya pekerja yang berhenti, diberhentikan, memasuki usia pensiun atau meninggal dunia.
2.         Perhatian yang lebih besar dari bagian kepegawaian terhadap pengembangan karier para anggota organisasi menumbuhkan loyalitas yang lebih tinggi dan komitmen organisasional yang lebih besar di kalangan pegawai. Sikap demikian pada umumnya mengakibatkan keinginan pindah ke organisasi lain menjadi rendah karena para pekerja yakin bahwa organisasi berusaha memelihara kepentingan dan memuaskan kebutuhan para anggotanya.
3.         Telah umum dimaklumi bahwa dalam diri setiap orang masih terdapat kemampuan yang belum digunakan secara optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari potensi menjadi kekuatan nyata. Dengan adanya sasaran karier yang jelas para pegawai terdorong untuk mengembangkan potensi tersebut untuk kemudian dibuktikan dalam pelaksanaan pekerjaan dengan lebih efektif dan produktif dibarengi oleh perilaku positif sehingga organisasi semakin mampu mencapai berbagai tujuan dan sasarannya, dan para pegawai pun mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi.
4.         Perencanaan karier mendorong para pekerja untuk bertumbuh dan berkembang, tidak hanya secara mental intelektual, akan tetapi juga dalam arti profesional. Manfaat ini sangat penting karena seseorang hanya mungkin meraih kemajuan apabila karyawan yang bersangkutan berusaha bertumbuh dan berkembang dalam semua segi kehidupan dan penghidupannya. Pertumbuhan dan perkembangan itu akhirnya bermuara pada tekad seseorang untuk menjadi pekerja yang terbaik dalam bidangnya, apapun bidang yang ditekuninya itu.
5.         Perencanaan karier dapat mencegah terjadinya penumpukan tenaga-tenaga yang terhalang pengembangan kariernya hanya karena atasan langsung mereka, sadar atau tidak, menghalanginya, padahal ada di antara para pekerja tersebut memiliki kemampuan dan kemauan yang layak untuk dikembangkan.



6.                   Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Karier
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi perencanaan karier, dimana seseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor tersebut saat mereka merencanaan karier, yaitu sebagai berikut.
1.                  Tahap Kehidupan Karier
Seseorang akan berubah secara terus-menerus dan kemudian memandang perbedaan karier mereka pada berbagai tingkatan dalam hidupnya.
2.                  Dasar Karier
Ada lima perbedaan motif dasar karier  yang menjelaskan jalan bagi orang orang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya, dimana mereka menyebutnya sebagai jangkar karier antara lain:
a.                   Kemampuan manajerial
b.                  Kemampuan fungsional-teknis
c.                   Keamanan
d.                  Kreativitas
e.                   Otonomi dan kebebasan

7.                  Pengembangan Karier
Implementasi perencanaan karier merupakan pengembangan karier. Untuk itu pengembangan karier dapat didefinisikan sebagai semua usaha pribadi karyawan yang ditunjukan untuk melakanakan rencana kariernya melalui pendidikan, palatihan, pencarian dan perolehan kerja, serta pengalaman kerja.
Titik awal pengembangan karier dimulai diri karyawan sendiri, dimana setiap orang bertanggung jawab atas mengembangan atau kemajuan kariernya. Setelah komitmen dimiliki, beberapa kegiatan pengembangan karier dapat dilakukan. Untukmengarahkan pengembangkan karier agar menguntungkan karyawan dan organisasi, departemen SDM melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan.


8.  Manfaat Pengembangan Karier
Pada dasarnya pengembangan karier dapat bermanfaat dari organisasi maupun karyawan.
Bagi organisasi, pengembangan karier dapat:
-                      Menjamin ketersediaan bakat yang diperlukan,
-                      Meningkatkan kemampuan organisasi
-                      Mengurangi frustasi karyawan
-                      Mendorong adanya keanekaragaman budaya dalam sebuah organisasi
-                      Meningkatkan nama baik organisasi
Bagi karyawan, pengembangan karier identik dengan keberhasilan, karena pengembangan karier bermanfaat untuk untuk dapat:
-                      Menggunakan potensi seseorang dengan sepenuhnya,
-                      Menambah tantangan dalam bekerja
-                      Meningkatkan otonomi
-                      Meningkatkan tanggung jawab.
Konsep dasar dari perencanaan karier adalah sebagai berikut:
a.             Karier sebagai suatu urutan promosi atau transfer ke jabatan-jabatan yang lebih besar tanggung jawabnya atau ke lokasi-lokasi yang lebih baik selama kehidupan kerja seseorang
b.            Karier sebagai petunjuk pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas ( membentuk satu jalur karier )
c.             Karier sebagai sejarah pekerjaan seseorang atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerja.
Langkah pertama dalam analisis pekerjaan adalah mengidentifikasikan berbagai ragam pekerjaan yang hendak dianalisis. Tugas identifikasi tersebut tentunya reltif mudah jika diterapkan dalam suatu orgnisasi yang kecil. Akan tetapi tidak selalu demikian halnya jika yang hendak dianalisis adalah semua pekerjaan yang terdapat dalam suatu organisasi berskala besar. Oleh karena itu penting untuk mengetahui sumber informasi tentang berbagai pekerjaan itu seperti daftar gaji bagan dan organisasi, yang mungkin perlu dilengkapi dengan diskusi dengan para pekerja dan para penyelia dalam organisasi yang bersangkutan. Jika dimasa lalu analisis pekerjaan telah pernah dilakukan, catatan tentang hal itu pun dapat menjadi sumber informasi yang penting.




Lampiran Lampiran


1.                  Sebutkan dasar-dasar Manajemen
Jawab:
a.                   Adanya kerjasama diantara sekelompok orang dalam ikatan formal
b.                  Adanya tujuan bersama serta kepentingan yang sama yang akan dicapai
c.                   Adanya pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang teratur
d.                  Adanya hubungan formal dan ikatan tata tertib yang baik
e.                   Adanya sekelompok orang dan pekerjaan yang akan dikerjakan
f.                   Adanya human organization

2.                  Jelaskan perbedaan antara MSDM dengan manajemen personalia
Jawab:
a.                   MSDM dikaji secara makro, sedangkan manajemen personalia dikaji secara  mikro.
b.                  MSDM menganggap bahwa karyawan dalah kekayaan (asset) utama organisasi, jadi harus dipelihara dengan baik. Manajemen personalia menganggap bahwa karyawan adalah faktor produksi, jadi harus dimanfaatkan secara produktif.
c.                   MSDM pendekatannya secara modern, sedngkan manajemen personalia pendekatannya secara klasik.

3.                  Jelaskan perbedaan antara manajer lini dengan manajer staf
Jawab:
Manajer lini adalah seorang pemimpin yang mempunyai wewenang lini (line authority), berhak dan bertanggung jawab langsung merealisasi tujuan perusahaan.
Manajer staf adalah pemimpin yang mempunyai wewenang staf (staff authority) yang hanya berhak memberikan saran dan pelayanan untuk memperlancar penyelesaian tugas-tugas manajer lini.

4.                  Apakah yang dimaksud dengan Analisis pekerjaan, dan bagaimana proses dalam menganalisis pekerjaan
Jawab:
Analisis pekerjaan adalah menganalisis dan mendesain pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan mengapa pekerjaan itu harus dikerjakan.
Proses dalam menganalisis pekerjaan melalui langkah-langkah sebagai berikut.
a.                   Menentukan penggunaan hasil informasi analisis pekerjaan
b.                  Mengumpulkan informasi tentang latar belakang
c.                   Menyeleksi muwakal (orang yang akan diserahi ) jabatan yang akan dianalisis
d.                  Mengumpulkan informasi analisis pekerjaan
e.                   Meninjau informasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan
f.                   Menyusun uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan
g.                  Meramalkan atau memperhitungkan perkembangan perusahaan

5.                  Apa yang dimaksud dengan spesifikasi pekerjaan, dan informasi apa saja yang diterangkan dalam spesifikasi pekerjaan
Jawab:
            Spesifikasi pekerjaan adalah uraian persyaratan kualitas minimum orang yang bisa diterima agar dapat menjalankan satu jabatan dengan baik dan kompeten.
Spesifikasi pekerjaan memberikan uraian informasi mengenai hal-hal berikut.
a.                   Tingkat pendidikan pekerja
b.                  Jenis kelamin pekerja
c.                   Keadaan fisik pekerja
d.                  Pengetahuan dan kecakapan pekerja
e.                   Batas umur pekerja
f.                    Menikah atau belum
g.                  Minat pekerja
h.                  Emosi dan temperamen pekerja
i.                    Pengalaman pekerja


Daftar Pustaka

Hasibuan,Malayu.2007.manajemen sumber daya manusia.Bumi Aksara:Jakarta
Siagian, somdang.2008.manajemen sumber daya manusia.Bumi  Aksara:Jakarta
Umar, Husain.1998.sumber daya manusia dalam orgaanisasi. PT.Gramedia  Pustaka Utama: Jakarta.

2 komentar:

  1. wah tenkyu banget ya sista. postinganmu membantu tugas kuliahku :)
    jgn lupa follow blog aku yaa ^^

    BalasHapus